← Semua buku

Sampul Alibaba: The House That Jack Ma Built

Alibaba: The House That Jack Ma Built

Masuk atau daftar untuk menandai buku ini sebagai ingin dibaca / sedang dibaca / selesai.

ALIBABA THE HOUSE THAT JACK MA BUILT

Kisah Jack Ma Membangun Alibaba dari Apartemen Kecil Menjadi Ekosistem Bisnis Raksasa

Bayangkan sebuah apartemen sederhana di Hangzhou pada tahun 1999.

Di dalamnya berkumpul Jack Ma dan sejumlah orang yang percaya pada sebuah ide yang pada saat itu terdengar sangat besar. Mereka tidak mempunyai kantor mewah, modal raksasa, atau teknologi paling maju. Jack sendiri bukan programmer dan tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi.

Tetapi Jack percaya Internet akan mengubah cara perusahaan kecil di China melakukan bisnis.

Ia ingin membangun perusahaan yang membantu usaha kecil menemukan pembeli, memperluas pasar, dan mendapatkan kesempatan yang sebelumnya hanya dimiliki perusahaan besar.

Dari apartemen sederhana itulah Alibaba lahir.

Buku Alibaba The House That Jack Ma Built karya Duncan Clark menceritakan perjalanan tersebut. Buku ini bukan hanya biografi Jack Ma. Ini adalah cerita tentang entrepreneurship, kegagalan, keberanian, budaya perusahaan, persaingan, customer experience, dan kemampuan membangun sebuah ekosistem bisnis.

Gagasan terbesarnya adalah bahwa Alibaba tidak tumbuh hanya karena teknologi.

Alibaba tumbuh karena Jack Ma mampu melihat kebutuhan customer lebih awal, membangun kepercayaan, mengumpulkan orang yang tepat, dan terus beradaptasi ketika kondisi pasar berubah.

1. Jack Ma Bukan Ahli Teknologi

Salah satu hal paling menarik dari Jack Ma adalah ia membangun perusahaan teknologi tanpa menjadi seorang ahli teknologi.

Jack bahkan sering mengatakan bahwa ia tidak memahami coding secara mendalam.

Kekuatan utamanya justru berada pada kemampuan lain.

Ia mampu berkomunikasi.

Ia mampu menjelaskan ide yang rumit dengan bahasa sederhana.

Ia mampu membuat orang percaya kepada sebuah visi yang belum menjadi kenyataan.

Duncan Clark menggambarkan kemampuan ini sebagai Jack Magic.

Jack mampu mengubah sebuah gagasan menjadi cerita yang menarik. Ia menggunakan humor, analogi, cerita masa lalu, dan bahasa yang mudah diingat.

Bagi seorang pemimpin, pelajarannya sangat penting.

CEO tidak harus menjadi orang yang paling pintar dalam setiap bidang.

CEO perlu mengetahui arah perusahaan, mampu menjelaskan arah tersebut, dan mampu membawa orang yang lebih ahli untuk menjalankannya.

2. Masa Muda yang Penuh Penolakan

Perjalanan Jack jauh dari sempurna.

Ia bukan siswa dengan prestasi akademik luar biasa.

Matematika adalah salah satu kelemahannya.

Ia pernah mendapatkan nilai yang sangat rendah ketika mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Ia harus mencoba beberapa kali sebelum akhirnya berhasil masuk Hangzhou Teachers College.

Setelah itu ia juga mengalami banyak penolakan pekerjaan.

Jack menceritakan bagaimana berbagai lamaran kerjanya ditolak. Salah satu cerita yang paling terkenal adalah ketika sejumlah orang melamar pekerjaan di KFC. Hampir semuanya diterima, sementara Jack tidak.

Bagi banyak orang, rangkaian kegagalan semacam ini bisa menjadi bukti bahwa mereka tidak cukup berbakat.

Jack melihatnya berbeda.

Kegagalan menjadi bagian dari perjalanan.

Ia terus mencoba.

Di sinilah salah satu karakter penting Jack mulai terlihat.

Kemampuan untuk tidak menjadikan penolakan sebagai definisi permanen mengenai kemampuan dirinya.

3. Bahasa Inggris Membuka Dunia Baru

Salah satu keputusan penting Jack ketika muda adalah belajar bahasa Inggris.

Ia sering mendekati wisatawan asing yang datang ke Hangzhou.

Tujuannya sederhana.

Ia ingin berbicara dengan mereka agar kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat.

Dari interaksi tersebut Jack bukan hanya belajar bahasa.

Ia belajar melihat dunia dari perspektif berbeda.

Jack kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga Morley dari Australia. Hubungan itu membawanya berkunjung ke Australia pada masa mudanya.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman penting.

Jack menyadari bahwa gambaran mengenai dunia yang selama ini ia terima tidak selalu sama dengan kenyataan yang ia lihat sendiri.

Ia mulai memahami pentingnya berpikir secara independen.

Pelajarannya sederhana tetapi besar.

Kadang perubahan terbesar dalam cara berpikir terjadi ketika kita berani keluar dari lingkungan yang selalu memberikan jawaban yang sama.

4. Bisnis Pertama Tidak Langsung Berhasil

Sebelum Alibaba, Jack mendirikan usaha penerjemahan bernama Hope Translation Agency.

Bisnis tersebut tidak langsung menghasilkan keuntungan besar.

Pada awal perjalanan, pendapatannya bahkan sangat kecil dibandingkan biaya kantor.

Jack kemudian melakukan berbagai cara agar bisnis tetap hidup.

Ia menjual bunga, hadiah, buku, dan berbagai barang lainnya.

Sekilas kegiatan tersebut tampak tidak berhubungan dengan jasa penerjemahan.

Tetapi tujuan Jack saat itu sederhana.

Bertahan hidup.

Ini adalah salah satu pelajaran penting entrepreneurship.

Perusahaan tidak hanya membutuhkan visi.

Perusahaan membutuhkan cash flow yang cukup agar visi mempunyai waktu untuk berkembang.

Bisnis yang mati hari ini tidak mempunyai kesempatan memperbaiki strategi besok.

5. Pertemuan dengan Internet

Perjalanan Jack ke Amerika kemudian mengubah arah hidupnya.

Di sana ia pertama kali mengenal Internet.

Jack mencoba mencari informasi mengenai berbagai hal.

Ia menemukan banyak informasi dari berbagai negara, tetapi sangat sedikit informasi mengenai China.

Bagi kebanyakan orang, itu hanya kekurangan informasi.

Bagi entrepreneur, itu merupakan peluang.

Jack berpikir bahwa perusahaan China harus hadir di Internet.

Ia mulai membayangkan Internet sebagai jembatan yang dapat menghubungkan produsen China dengan dunia.

Pemikiran tersebut kemudian menjadi dasar bisnis berikutnya.

Pelajarannya adalah bahwa entrepreneur sering melihat peluang pada sesuatu yang belum tersedia.

Orang lain melihat kekosongan.

Entrepreneur bertanya bagaimana mengisinya.

6. China Pages Menjadi Sekolah Bisnis Jack Ma

Jack kemudian mendirikan China Pages.

Tujuannya membantu perusahaan China tampil di Internet.

Masalahnya, Internet pada saat itu masih sangat baru di China.

Banyak calon customer bahkan belum mengerti apa yang dimaksud website.

Jack harus menjual sesuatu yang customer belum benar-benar pahami.

Ia dan timnya membuat halaman perusahaan dan mencoba menunjukkan kepada customer bagaimana Internet dapat membuka akses kepada pasar internasional.

China Pages akhirnya tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Jack juga mengalami masalah ketika bekerja sama dengan perusahaan yang jauh lebih kuat.

Ia kehilangan banyak kontrol atas perusahaan.

Pengalaman itu menyakitkan tetapi sangat berharga.

Jack belajar mengenai kepemilikan perusahaan, partner, kekuasaan dalam pengambilan keputusan, dan pentingnya struktur perusahaan.

Kegagalan China Pages kemudian menjadi salah satu sekolah bisnis terbaik bagi dirinya.

7. Alibaba Lahir dari Fokus pada Usaha Kecil

Pada tahun 1999 Jack kembali ke Hangzhou.

Ia mengumpulkan tim di apartemennya.

Dari sanalah Alibaba mulai dibangun.

Saat itu banyak perusahaan Internet mengejar pengguna individual atau perusahaan besar.

Jack memilih kelompok yang berbeda.

Ia memilih usaha kecil dan menengah.

Jack melihat jutaan perusahaan kecil di China mempunyai produk tetapi kesulitan mendapatkan akses kepada pembeli internasional.

Pemain besar sering mengejar perusahaan besar.

Jack justru melihat potensi dari jutaan perusahaan kecil.

Ia menggunakan analogi udang kecil dibandingkan ikan besar.

Satu usaha kecil mungkin tidak terlihat menarik.

Tetapi jutaan usaha kecil dapat membentuk pasar yang sangat besar.

Ini menjadi salah satu prinsip strategis Alibaba.

Jangan hanya melihat nilai satu customer.

Lihat juga ukuran keseluruhan kelompok customer yang belum dilayani dengan baik.

8. Joe Tsai Melengkapi Jack Ma

Jack mempunyai kekuatan dalam visi dan komunikasi.

Tetapi perusahaan membutuhkan kemampuan lain.

Di sinilah Joe Tsai menjadi sangat penting.

Joe mempunyai latar belakang hukum, keuangan, investasi, dan pendidikan internasional.

Ketika bergabung dengan Alibaba, struktur perusahaan masih belum rapi.

Joe membantu mengatur kepemilikan perusahaan, kontrak, investasi, dan struktur korporasi.

Jack dan Joe memiliki karakter berbeda.

Jack energik dan sangat visioner.

Joe lebih tenang dan sistematis.

Kombinasi tersebut menjadi kekuatan.

Salah satu pelajaran terbesar bagi founder adalah jangan mencoba menjadi ahli dalam semua hal.

Carilah orang yang hebat dalam bidang yang menjadi kelemahan kita.

Perusahaan yang kuat tidak dibangun dari orang yang sama.

Ia dibangun dari kemampuan yang saling melengkapi.

9. Modal Memberikan Waktu untuk Bertahan

Alibaba kemudian mendapatkan investasi dari berbagai investor.

Salah satu yang paling penting datang dari SoftBank yang dipimpin Masayoshi Son.

Modal tersebut menjadi sangat penting ketika industri Internet mengalami masa sulit setelah ledakan perusahaan Internet mulai berakhir.

Banyak perusahaan teknologi gagal.

Alibaba juga harus mengurangi biaya dan mengubah strategi.

Pada masa seperti itulah kemampuan bertahan menjadi sangat penting.

Uang bukan tujuan akhir.

Tetapi modal memberikan runway.

Runway memberikan waktu.

Waktu memberikan kesempatan untuk belajar.

Alibaba selamat cukup lama sehingga bisa menemukan model bisnis berikutnya.

10. Taobao Melawan eBay

Salah satu cerita bisnis terbesar dalam buku adalah pertarungan Alibaba dengan eBay.

eBay sudah menjadi perusahaan global yang besar dan mempunyai posisi sangat kuat di pasar China.

Jack kemudian meluncurkan Taobao.

Kalau hanya membandingkan ukuran perusahaan, seharusnya Alibaba kalah.

Tetapi Taobao mempunyai keunggulan penting.

Taobao lebih memahami customer China.

Platform dibuat lebih dekat dengan kebiasaan lokal.

Buyer dan seller dapat berkomunikasi dengan lebih mudah.

Pengalaman pengguna terasa lebih seperti aktivitas jual beli yang dikenal masyarakat China.

Alibaba juga memberikan layanan tertentu secara gratis untuk mempercepat pertumbuhan.

Sedangkan eBay membawa banyak pendekatan globalnya ke China.

Di sinilah muncul pelajaran besar.

Strategi global yang berhasil di banyak negara belum tentu menjadi strategi terbaik di setiap pasar.

Customer lokal mempunyai kebiasaan, budaya, dan harapan yang berbeda.

Perusahaan yang paling dekat dengan customer sering mempunyai keunggulan informasi yang sangat besar.

11. Alipay Menyelesaikan Masalah Kepercayaan

Ketika perdagangan online mulai berkembang, Alibaba menghadapi masalah besar.

Buyer takut membayar sebelum menerima barang.

Seller takut mengirim barang sebelum menerima uang.

Keduanya tidak saling percaya.

Alibaba kemudian mengembangkan Alipay.

Konsep dasarnya sederhana.

Uang dari buyer ditahan terlebih dahulu.

Seller mengirim barang.

Setelah transaksi dianggap selesai, uang diteruskan kepada seller.

Solusi ini mengurangi ketakutan kedua pihak.

Inilah salah satu pelajaran bisnis terpenting dari perjalanan Alibaba.

Kadang pertumbuhan tidak terhambat karena produk buruk.

Pertumbuhan terhambat karena customer tidak cukup percaya.

Maka pertanyaan CEO bukan hanya bagaimana menjual lebih banyak.

Pertanyaannya juga apa yang membuat customer masih ragu untuk membeli.

Alibaba tidak hanya menyediakan marketplace.

Ia membangun infrastructure of trust.

12. Iron Triangle Alibaba

Seiring berkembangnya perusahaan, Alibaba tidak lagi hanya memiliki marketplace.

Tiga kemampuan mulai saling memperkuat.

Commerce.

Finance.

Logistics.

Commerce menghasilkan transaksi.

Finance membantu transaksi terjadi dengan aman.

Logistics memastikan barang sampai kepada customer.

Semakin banyak transaksi, semakin besar kebutuhan logistik.

Semakin baik logistik, semakin nyaman customer berbelanja.

Semakin banyak customer berbelanja, semakin banyak merchant tertarik bergabung.

Terbentuklah sebuah lingkaran yang memperkuat dirinya sendiri.

Inilah konsep Iron Triangle yang dibahas Duncan Clark.

Pelajaran besarnya adalah bahwa perusahaan hebat sering tidak hanya memiliki satu produk unggul.

Mereka memiliki beberapa kemampuan yang saling memperkuat.

Kompetitor mungkin dapat meniru satu produk.

Tetapi jauh lebih sulit meniru seluruh sistem.

13. Culture Sebagai Sistem Operasi

Jack sangat serius mengenai budaya perusahaan.

Alibaba mempunyai enam nilai penting.

Customer first.

Teamwork.

Embrace change.

Integrity.

Passion.

Commitment.

Yang menarik, nilai tersebut tidak hanya menjadi tulisan di dinding.

Nilai dipakai dalam evaluasi karyawan.

Ini membedakan value yang benar-benar hidup dengan value yang hanya menjadi slogan.

Kalau perusahaan mengatakan customer first tetapi bonus karyawan hanya berdasarkan omzet, pesan yang diterima karyawan adalah omzet lebih penting daripada customer.

Kalau perusahaan mengatakan integrity tetapi orang yang menghasilkan omzet besar tetap dipertahankan walaupun melanggar aturan, maka integrity sebenarnya bukan value.

Culture tercipta dari perilaku yang dihargai dan perilaku yang tidak ditoleransi.

14. Customers First Employees Second Shareholders Third

Salah satu filosofi Jack yang paling terkenal adalah pelanggan pertama, karyawan kedua, dan pemegang saham ketiga.

Logikanya sederhana.

Tanpa customer tidak ada bisnis.

Tanpa employee yang kuat, customer tidak dapat dilayani.

Kalau dua hal itu dilakukan dengan baik, shareholder pada akhirnya mendapatkan hasil.

Filosofi ini juga menjelaskan mengapa Alibaba bersedia menunda monetisasi pada beberapa bisnisnya.

Jack lebih memilih membangun pasar dan customer base terlebih dahulu daripada mengejar keuntungan jangka pendek terlalu cepat.

Namun pendekatan ini tetap membutuhkan keseimbangan.

Perusahaan tidak bisa selamanya mengabaikan keuntungan.

Maksud utamanya adalah jangan mengorbankan mesin pencipta nilai jangka panjang hanya demi terlihat bagus dalam jangka pendek.

15. Alibaba Menjadi Besar dan Masalahnya Ikut Membesar

Pada tahun 2014 Alibaba melakukan penawaran saham di New York.

Perusahaan berhasil mengumpulkan sekitar 25 miliar dolar dan pada saat itu menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah.

Perjalanan dari apartemen sederhana menuju pasar modal global terlihat seperti akhir yang sempurna.

Tetapi Duncan Clark justru menunjukkan bahwa pertumbuhan besar menghasilkan jenis masalah baru.

Alibaba menghadapi persoalan barang palsu.

Penjual tidak jujur.

Transaksi palsu.

Kompleksitas hubungan dengan pemerintah.

Konflik kepentingan.

Persaingan dengan perusahaan besar lainnya.

Dan pertanyaan mengenai tata kelola perusahaan.

Ini merupakan pelajaran penting mengenai scale.

Masalah perusahaan kecil adalah mencari customer.

Masalah perusahaan besar adalah mengelola jutaan customer, merchant, employee, partner, dan stakeholder tanpa kehilangan trust.

Semakin besar perusahaan, semakin penting sistem.

16. Kontroversi Alipay dan Pentingnya Governance

Salah satu bagian kritis buku membahas perubahan kepemilikan Alipay.

Jack dan Alibaba berpendapat bahwa perubahan tersebut diperlukan agar bisnis pembayaran dapat mengikuti perkembangan regulasi di China.

Namun investor besar Alibaba mempertanyakan proses dan transparansinya.

Terjadi konflik panjang.

Kasus ini menunjukkan bahwa sifat yang sangat berguna ketika membangun startup dapat menjadi rumit ketika perusahaan sudah besar.

Founder sering membutuhkan keberanian untuk bergerak cepat.

Tetapi ketika perusahaan mempunyai banyak investor dan stakeholder, keputusan juga membutuhkan governance yang kuat.

Keyakinan founder tidak boleh menggantikan sistem tata kelola perusahaan.

Semakin besar perusahaan, semakin penting transparansi, struktur keputusan, dan keseimbangan kekuasaan.

17. Icon atau Icarus

Duncan Clark menutup perjalanan Alibaba dengan pertanyaan menarik.

Apakah Jack Ma akan menjadi icon atau seperti Icarus dalam mitologi Yunani yang terbang terlalu tinggi?

Semakin luas Alibaba berkembang, semakin banyak medan yang dimasukinya.

Commerce.

Finance.

Logistics.

Cloud.

Media.

Entertainment.

International market.

Rural market.

Setiap ekspansi membuka peluang.

Tetapi setiap ekspansi juga menambah kompleksitas.

Ini menjadi peringatan untuk setiap entrepreneur.

Pertumbuhan bukan selalu berarti menambah bisnis sebanyak mungkin.

Ekspansi yang sehat seharusnya memperkuat core business.

Pertanyaan yang lebih baik bukan bisnis apa lagi yang bisa dibuka.

Pertanyaannya adalah kemampuan baru apa yang dapat membuat customer utama kita mendapatkan value jauh lebih besar.

18. Kritik dan Kelemahan Buku

Buku Duncan Clark sangat menarik karena penulis mempunyai akses dekat terhadap perjalanan Alibaba.

Namun pembaca tetap perlu kritis.

Pertama, kesuksesan Jack dapat menciptakan survivorship bias.

Karena kita sudah mengetahui bahwa Alibaba berhasil, keputusan masa lalu Jack terlihat sangat cerdas.

Padahal pada saat keputusan dibuat, hasilnya belum pasti.

Banyak entrepreneur lain mungkin melakukan keputusan berani dan gagal.

Kedua, banyak cerita Jack telah menjadi bagian dari legenda perusahaan.

Cerita semacam itu sangat kuat untuk membangun budaya, tetapi tidak selalu dapat digunakan sebagai formula bisnis universal.

Ketiga, kondisi China sangat khusus.

Pertumbuhan Internet, urbanisasi, perkembangan kelas menengah, logistik, regulasi, dan perubahan ekonomi menciptakan peluang yang sangat besar.

Strategi Alibaba tidak dapat disalin begitu saja ke semua negara.

Yang dapat dipelajari adalah prinsipnya.

19. Pelajaran Praktis untuk Pemimpin Bisnis

Ada beberapa pelajaran yang bisa langsung digunakan.

Pertama, cari customer yang belum dilayani dengan baik.

Alibaba memilih jutaan usaha kecil ketika pemain lain lebih tertarik kepada perusahaan besar.

Kedua, cari bottleneck terbesar customer.

Alibaba menemukan bahwa transaksi online membutuhkan trust, lalu membantu menyelesaikannya melalui Alipay.

Ketiga, bangun capability yang saling memperkuat.

Alibaba mempunyai commerce, finance, dan logistics.

Keempat, jangan mengharuskan founder menguasai semuanya.

Jack membutuhkan Joe Tsai dan banyak orang lain yang lebih ahli di bidang tertentu.

Kelima, culture harus masuk ke sistem perusahaan.

Value harus terlihat dalam recruitment, evaluasi, promotion, reward, dan konsekuensi.

Keenam, pertahankan kemampuan belajar.

Alibaba tidak tumbuh karena rencana tahun 1999 dijalankan tanpa perubahan.

Perusahaan terus berubah sambil mempertahankan misi dasarnya.

20. Kesimpulan

Jack Ma tidak membangun Alibaba hanya dengan teknologi.

Ia membangun sebuah sistem yang memungkinkan orang lain melakukan bisnis.

Ia membantu seller menemukan buyer.

Ia membantu buyer mempercayai seller.

Ia membantu pembayaran berjalan.

Ia membantu barang bergerak.

Ia membangun budaya yang membuat ribuan orang mempunyai identitas bersama.

Kemudian semua bagian itu mulai memperkuat satu sama lain.

Inilah perbedaan antara membangun sebuah produk dengan membangun sebuah ekosistem.

Sebuah produk memberi customer satu manfaat.

Sebuah ekosistem membuat semakin banyak pihak mempunyai alasan untuk berada di dalam sistem yang sama.

Dan mungkin pelajaran terbesar Jack Ma adalah ini.

Keterbatasan awal seseorang tidak harus menentukan batas akhir yang bisa dibangun.

Seorang guru bahasa Inggris yang lemah dalam matematika dan bukan programmer dapat membangun perusahaan teknologi besar apabila ia mampu memahami manusia, memahami pasar, menemukan orang yang tepat, dan belajar lebih cepat dari perubahan di sekelilingnya.

Pertanyaan yang layak direnungkan setelah membaca buku ini adalah:

Siapa kelompok customer yang saat ini diremehkan industri saya?

Apa masalah terbesar yang membuat customer ragu membeli?

Apa tiga kemampuan yang jika digabungkan dapat menjadi Iron Triangle bisnis saya?

Apakah value perusahaan benar-benar hidup dalam sistem atau hanya menjadi tulisan?

Siapa orang seperti Joe Tsai yang saya butuhkan untuk melengkapi kelemahan saya?

Dan yang paling penting:

Apakah saya sedang membangun perusahaan yang hanya menjual produk hari ini, atau sedang membangun sebuah sistem yang menjadi semakin kuat setiap kali customer baru masuk?

← Kembali ke daftar buku